Kudus, 10/7 (ANTARA) - Sejumlah pengrajin gula tumbu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai bergeliat, setelah harga jual gula tersebut di pasaran melonjak hingga Rp400 ribu per kuintal dibanding harga sebelumnya hanya Rp250 ribu hingga Rp270 ribu per kuintal.




Salah seorang pengrajin gula tumbu di Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Sumantri, di Kudus, Jumat mengatakan, melonjaknya harga gula tumbu di pasaran ditunjang oleh permintaan perusahaan kecap di tanah air yang berlokasi di Jakarta terhadap komoditas yang dihasilkan Kudus tersebut.

"Bahkan, pengiriman gula tumbu dari Kudus, setiap harinya bisa mencapai puluhan ton," ujarnya.

Selain terdongkrak oleh permintaan dari perusahaan kecap, katanya, harga gula tumbu di Kudus juga didukung adanya kenaikan harga gula putih di pasaran yang mencapai Rp8.500 per kilogram.

"Harga gula tumbu selalu mengikuti fluktuasi harga gula putih di pasaran," ujarnya.

Ia mengatakan, keuntungan yang diperoleh dengan harga jual di pasaran sebesar Rp400 ribu per kuintal cukup menggiurkan, karena biaya produksi gula tumbu per kuintal hanya Rp130 ribu.

Sementara kapasitas produksinya, lanjut dia, per hari bisa mencapai delapan kuintal gula tumbu dengan kebutuhan bahan baku tebu mencapai delapan ton tebu.

Saat ini, kata Sumantri, stok bahan baku tebu di Kudus masih mencukupi, karena tidak semua hasil tebu petani dijual ke Pabrik Gula (PG) Rendeng. "Biasanya, tebu yang dijual ke PG Rendeng merupakan tebu khusus yang memiliki tingkat rendemen 10 lebih," ujarnya.

Sementara tebu yang biasanya digunakan untuk memproduksi gula tumbu, katanya, khusus tebu yang memiliki tingkat rendemen dibawah 10.

Sebelumnya, para pengrajin gula tumbu di Kudus sempat mengeluhkan rendahnya harga jual gula tumbu di pasaran hingga Rp170.000 per kuintal.

Padahal, para perajin baru dapat menikmati keuntungan jika harga jual gula di pasaran mencapai Rp330.000 per kuintal.

Mardi, pengrajin gula tumbu di desa yang sama mengaku, terpaksa menghentikan produksi gula tumbunya saat harga gula jatuh hingga Rp170 ribu per kuintal. "Stok gula tumbu di pasaran juga masih banyak, sedangkan harga beli tebu dari petani juga masih tinggi, per kuintalnya berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp200 ribu.

"Meskipun harga jual tebu dari petani saat ini mencapai Rp200 ribu, kami tetap untung karena harga jual gula tumbu di pasaran mencapai Rp400 ribu per kuintal," ujarnya. (U.PK-AN/B/M028/M028) h