Kudus, 8/2 (ANTARA) - Kantor Pos Kudus, Jawa Tengah berhasil membukukan pendapatan selama tahun 2009 sebesar Rp21 miliar.
"Jika dibandingkan dengan tahun 2008, maka pendapatan tahun 2009 lalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan, karena tahun 2008 hanya membukukan pendapatan sebesar Rp7 miliar," kata Kepala Kantor Pos Kudus, Dino Aryadi, di Kudus, Senin.
Ia mengatakan, realisasi pendapatan tahun 2009 lalu, sekitar 30 persennya berasal dari pelanggan eceran (retail), sedangkan 70 persennya dari pelanggan perusahaan atau badan usaha.
Kondisi berbeda, kata dia, terjadi pada tahun 2008, sekitar 60 persennya merupakan pendapatan dari pelanggan "retail", sedangkan 40 persennya berasal dari pelanggan perusahaan.
Berdasarkan bidang jasa yang dijual, pendapatan sebesar Rp21 miliar, sebagian besar disumbangkan oleh jasa pengiriman barang logistik sebesar 76,2 persen atau Rp16 miliar, sedangkan 14,3 persen atau sebesar Rp3 miliar berasal dari jasa pengiriman surat dan parcel.
Sementara layanan di bidang jasa keuangan dan kerjasama pihak ketika terkait pembayaran tagihan, katanya, menyumbangkan pendapatan bagi Kantor Pos Kudus sekitar 9,52 persen atau sebesar Rp2 miliar.
Ia mengakui, proyek pengiriman logistik pemilu tahun lalu cukup mendongkrak pendapatan Kantor Pos Kudus, mengingat kontribusi untuk total jasa pengiriman logistik mencapai 76,2 persen dari total pendapatan sebesar Rp21 miliar.
Munculnya teknologi telepon selular, katanya, cukup berdampak pada jasa pengiriman surat menyurat dari masyarakat yang berkurang hingga 60-an persen dari jumlah sebelumnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya lebih memfokuskan melayani pengiriman surat menyurat dan sejenisnya dari pelanggan di tingkat perusahaan.

