Semarang, 9/2 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mengamankan pelaksanaan megaproyek tol Trans-Jawa yang melintasi wilayah ini.
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Admojo, di Semarang, Selasa, mengatakan, berbagai upaya untuk menuntaskan proyek tol Trans-Jawa ini terus diupayakan.
Menurut dia, selama ini telah dilakukan pembagian kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam merealisasikan proyek ini.
Ia menjelaskan, untuk pengerjaan tol di kawasan utara Jawa Tengah, mulai wilayah Pejagan, Pemalang, Batang, hingga Semarang, sepenuhnya akan ditangani oleh pihak swasta.
"Pemerintah daerah hanya akan memfasilitasi pembebasan lahan," katanya.
Adapun untuk kawasan tengah serta sebagian selatan, seperti tol Semarang-Solo hingga wilayah Mantinga, sepenuhnya akan dikerjakan oleh pemerintah.
Meski telah terdapat sinergi antara pemerintah dan pihak swasta, menurut dia, terdapat kendala yang dikhawatirkan mengganggu target penyelesaian megaproyek ini.
Kendala utama yang dihadapi dalam megaproyek ini, kata dia, yakni upaya pembebasan lahan untuk jalan tol.
Ia menuturkan, jika pembebasan lahan tidak dapat segera dituntaskan, akan berpengaruh terhadap proses pengerjaan konstruksi jalan tol.
"Jika lahan sudah bebas, maka proses pengerjaan konstruksi dapat segera dilakukan," katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Nurdin Manurung mengungkapkan, sekitar 860 kilometer ruas jalan tol Trans-Jawa, saat ini masih dalam proses pengerjaan.
"Dari 1.193 kilometer tol Trans-Jawa yang direncanakan, sekitar 860 kilometer di antaranya masih dalam proses pengerjaan," katanya.
Ia mengakui, realisasi ruas tol Trans-Jawa yang dibangun sejak tahun 1988 ini masih lebih rendah dibanding target yang ditetapkan.
Menurut dia, salah satu kendala utama dalam penyelesaian pembangunan Trans-Jawa ini yakni proses pengadaan lahan.

