Purwokerto, 9/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembangkan tanaman kakao di sejumlah wilayah kabupaten ini.
"Tahun ini, kami melakukan uji coba di Desa Besuki dan Cingebul, Kecamatan Lumbir," kata Kepala Bidang Kehutanan, dinas pertanian, perkebunan, dan kehutanan (Dinpertanbunhut) Banyumas, Sumaryono di Purwokerto, Selasa.
Menurut dia, pada Senin telah dilakukan penanaman perdana tanaman kakao di Desa Besuki sebanyak 100 batang oleh Bupati Banyumas Mardjoko dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Ia mengatakan, di Desa Besuki sebenarnya saat ini telah ada sekitar 11.000 batang pohon kakao atau sekitar delapan hektare yang dikelola secara swadaya masyarakat.
"Dari jumlah tersebut, 3.000 batang di antaranya telah berproduksi dan hasil panennya cukup bagus dan kebetulan harganya saat ini cukup tinggi," katanya.
Menurut dia, harga kakao kering saat ini berkisar Rp23.000-25.000 per kilogram yang dibeli pedagang dari Jawa Barat yang datang langsung ke lokasi.
Selain di dua desa tersebut, kata dia, Dinpertanbunhut Banyumas akan mencoba mengembangkan tanaman kakao di wilayah lainnya.
Kendati demikian, dia mengakui, tanaman kakao sebenarnya telah banyak dikembangkan masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Gumelar, tetapi hingga saat ini masih belum diketahui luasan lahannya.
"Kami masih akan melakukan survei dulu terhadap daerah-daerah yang potensial untuk ditanami tanaman kakao," katanya.
Disinggung kemungkinan Dinpertanbunhut mengembangkan fermentasi untuk meningkatkan harga jual kakao, dia mengatakan, hal itu tidak menutup kemungkinan dilakukan di masa mendatang.
"Saat ini kami masih melakukan uji coba pengembangan tanaman kakao dulu," kata Sumaryono menegaskan.
(U.KR-SMT/B/A027/A027) 09-03-2010 10:42:34

