Semarang, 23/3 (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) jalan kota 2010-2015 akan membangun jalan baru mengelilingi kota ini.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Priyambodo di Semarang, Selasa mengatakan pengembangan jalan lingkar tersebut di antaranya diarahkan sebagai sabuk pantai, memecah arus lalu lintas antara arus regional dan arus dalam kota.

Ia menjelaskan arus pergerakan di Kota Semarang sebesar 50 persen menuju ke arah pusat kota, dan kondisi tersebut menjadikan beban pusat kota sangat besar.
Oleh karena itu, adanya pengembangan kawasan di Kota Semarang bagian barat menjadikan peran jalan lingkar luar lebih ditekankan sebagai pemecah arus lalu lintas regional dan dalam kota.

Sementara jalan lingkar tengah, diharapkan mampu berperan sebagai pemicu pertumbuhan pusat aktivitas baru dan mengurangi pergerakan pusat kota.

Priyambodo mengatakan pengembangan jaringan jalan baru yang direkomendasikan adalah jalur lingkar utara menyusur pantai di Kota Semarang, jalur lingkar dalam, jalur lingkar tengah, jalur lingkar luar, dan jalur baru jalan tol (Semarang-Solo, Semarang-Batang, dan Semarang-Demak).

"Jalan lingkar luar utara panjangnya 58 kilometer dan lebar 50 meter dengan konsep penghijauan di kanan kiri jalan," katanya.

Untuk anggaran pembebasan lahan jalan lingkar luar utara sebanyak Rp850 miliar dan jika ada pembagian anggaran seperti kegiatan pembangunan Waduk Jatibarang, maka dari pemerintah kota 25 persen, pemerintah provinsi 25 persen, dan pemerintah pusat 50 persen.

"Hal tersebut akan realistis jika wali kota yang akan datang fokus dengan rencana kegiatan ini. Jadi anggarannya dibagi pada beberapa tahun anggaran, sehingga tidak total dibebankan kepada APBD," katanya.

Priyambodo menambahkan, RPJM Jalan Kota Semarang 2010-2015 mengusulkan beberapa program yakni pembangunan jalan arteri baru untuk memisah arus menerus dan lokal meliputi lingkar luar, lingkar tengah, lingkar dalam, dan jalur radial.

Program berikutnya, pembangunan jalan layang pada simpang besar yang sangat padat, pembangunan ruas jalan baru (jalan tembus) dan peningkatan jalan, serta pemeliharaan rutin jalan.

"Kebutuhan total pendanaan untuk pembangunan infrastruktur jalan Kota Semarang dalam RPJM Jalan Kota Semarang 2010-2015 yakni Rp4,3 triliun untuk pembiayaan biaya konstruksi dan pembebasan tanah," katanya.

Ia mengatakan usulan pembiayaan program kegiatan tersebut diusulkan melalui pinjaman luar negeri, APBN, APBD provinsi, dan APBD kota.