Semarang, 3/8 (ANTARA) - Kota Magelang menjadi daerah dengan indeks daya saing tertinggi di antara tujuh daerah lainnya di Jawa Tengah.

Dalam acara sidang panel dan pemberian penghargaan kabupaten/kota survei daya saing daerah di Jateng yang digelar di Kantor BI Semarang, Selasa, Kota Magelang tercatat unggul dalam sejumlah subindeks daya saing daerah.

Adapun tujuh daerah itu, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Purbalingga, Kota Surakarta, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Banyumas, dan Kota Salatiga.

Kota Magelang unggul untuk penilaian dengan subindeks persepsi bisnis tertinggi, subindeks kinerja pemerintahan tertinggi, dan subindeks infrastruktur tertinggi.

Sementara daerah dengan subindeks kinerja ekonomi tertinggi diraih Kabupaten Kudus dan daerah dengan subindeks investasi tertinggi diraih Kabupaten Banyumas serta daerah dengan subindeks dinamika bisnis tertinggi dipegang Kabupaten Wonosobo.

Sementara delapan kabupaten/kota di Jateng yang daerahnya unggul dari total enam subindeks tersebut baik dari kinerja ekonomi, persepsi bisnis, investasi, kinerja pemerintahan, dan infrastruktur.

Dinamika bisnis adalah Kota Magelang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Purbalingga, Kota Surakarta, Kabupaten Wonogiri, Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, dan Kota Salatiga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih meminta pemerintah daerah dengan sejumlah keunggulan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

"Daerah yang sudah baik, bisa ditiru daerah lain," katanya.

Rustriningsih menambahkan bahwa kendala yang masih dihadapi daerah untuk meraup investasi adalah regulasi dan hal tersebut juga diakui oleh Bupati Banyumas, Mardjoko.

"Regulasi yang menghambat investasi, seperti yang berkiatan dengan tata ruang dan kita berharap ada aturan baru," kataya.

Mardjoko mencontohkan dalam perda yang lama menyebutkan bahwa daerah yang diperbolehkan untuk pembangunan pabrik di Kabupaten Banyumas hanya berada di wilayah Wangon-Ajibarang.

Padahal, kata dia, pengusaha menginginkan tempat yang lain. Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar ada revisi terhadap perda yang menghambat investasi.

Penilaian daerah dengan daya saing tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga yang tergabung dalam "organizing committee" (OC) Survei Daya Saing Daerah di Jateng 2010 yakni, Bank Indonesia (BI) Semarang, Budi Santoso Foundation (BSF), Suara Merdeka, dan GTZ.

Selain itu, Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, didukung oleh unsur perguruan tinggi (Undip dan Unika).