Blora, 15/8 (ANTARA) - Paket wisata "Loko Tour" milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, Blora, Jawa Tengah, semakin diminati wisatawan mancanegara (wisman).

"Bulan lalu ada 23 turis berasal dari Inggris dan Australia," kata Administratur Perum Perhutani KPH Cepu, Andi Riana, di Blora, Minggu.

Selain itu, katanya, lokomotif uap buatan Jerman yang waktu dulu digunakan untuk mengangkut kayu hutan ke tempat penimbunan kayu (TPK) itu, pada Agustus 2010 juga kembali menerima dua paket perjalanan wisata.

"Pada Agustus ini ada paket perjalanan yakni pada awal dan akhir bulan," katanya.

Berdasarkan catatan pada 2009, katanya, lokomotif buatan Jerman itu melayani paket perjalanan wisata sebanyak 22 kali.

"Sehingga, cukup sering kami melayani paket perjalanan wisata ini. Kedepan kelihatannya juga cukup prospektif," katanya.

Berwisata dengan naik lokomotif berumur tua, menurut Andi, selain murni bisnis juga merupakan salah satu bentuk "Politik Hijau Perhutani".

"Kami ingin tunjukkan kepada dunia bahwa hutan Blora terawat dengan baik dan hijau," katanya.

Upaya lebih mengenalkan potensi itu, katanya, Perhutani rajin memromosikan asetnya itu ke beberapa daerah seperti Yogyakarta, Solo, Jakarta, dan Surabaya.

"Untuk itu kami minta dukungan dari warga masyarakat untuk membantu mengamankan fasilitas yang ada," katanya.

Ia mengatakan, fasilitas wisata langka yang masih menarik minat para wisman tersebut sering bermasalah karena bantalan rel dan fasilitas lainnya sering hilang.

"Jadi kami harus rajin mengawasi dan mengontrolnya," katanya.

Pegiat Cepu International Heritage, Sisworo, mengatakan, para wisman itu sebelum menikmati "Loko Tour" di Blora sudah lebih dulu menikmati wisata lokomotif tua di tiga kota di Jawa Tengah yakni Karanganyar, Ambarawa, dan Sukoharjo.

Namun, katanya, paket wisata itu di Blora kemungkinan paling menarik karena mereka melewati perjalanan di tengah hutan jati.

"Mereka sangat gembira, karena selain bisa ikut menanam, juga bisa menebang pohon," katanya.

Wisata kereta api yang berbasis lingkungan atau alam tersebut, katanya, ada rencana dikembangkan di empat kota itu sehingga menjadi satu paket wisata yang menarik.

"Yang jelas ada wacana untuk itu dan saat ini mulai dirintis," katanya. ***4***

(U.pso-195/B/M029/M029) 15-08-2010 21:06:12