Temanggung, 18/3 (ANTARA) - Ekspor kayu olahan dari Temanggung, Jawa Tengah, ke Jepang tidak terpengaruh bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda negara itu.

Kepala Departemen Pengadaan Bahan Baku PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Temanggung Aris Iwandono di Temanggung, Jumat, mengatakan, ekspor hasil kayu olahan pascagempa dan tsunami di Jepang tetap lancar.

"Hingga sekarang tidak ada pembatalan maupun penundaan ekspor, pengiriman barang tetap berjalan seperti biasa. Bahkan untuk bulan Mei dan Juni mendatang permintaan kayu olahan dari Negeri Sakura itu justru meningkat," katanya.

Selama ini, kata dia, ekspor kayu olahan berupa "block board" dan "plywood" ke Jepang sekitar 5.000 hingga 6.000 meter kubik setiap bulan.

"Permintaan pada Mei dan Juni meningkat sekitar 25 persen, mungkin berkaitan dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tsunami," katanya.

Ia mengatakan produk kayu olahan antara lain dapat digunakan untuk bahan bangunan, alat rumah tangga, dan mebel.

Selain ke Jepang, PT DSN yang mempekerjakan sekitar 1.500 karyawan tersebut juga mengekspor kayu olahan ke kawasan Timur Tengah, namun jumlahnya relatif kecil.

"Jumlah ekspor kami paling banyak ke Jepang dan sebagian ke Timur Tengah," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti mengatakan, ada kekhawatiran terhadap bencana alam gempa dan tsunami di Jepang akan mempengaruhi penurunan ekspor ke negara tersebut.

Namun, kata dia, sampai sekarang belum ada laporan atau keluhan dari sejumlah pabrik yang memproduksi dan mengekspor kayu olahan.

Ia menyebutkan beberapa pabrik kayu olahan yang mengekspor hasil produksinya ke Jepang antara lain PT Dharma Satya Nusantara, PT Tanjung Kreasi Parquet Industry, dan PT Albasia Bhumi Phala.

"Biasanya mereka melaporkan data ekspor setiap bulan. Untuk bulan Maret 2011 akan dilaporkan bulan April mendatang," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman di Jepang, rumah penduduk dan alat rumah tangga terbuat dari bahan kayu, kecuali untuk gedung bertingkat.

"Melihat kondisi tersebut, pascatsunami permintaan kayu olahan kemungkinan jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan normal," katanya.

(U.H018/B/M008/M008) 18-03-2011 13:41:37