Karanganyar, 5/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengembangkan Desa Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro sebagai percontohan budi daya pisang jenis raja bulu untuk memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

"Kami sudah mencoba menanam sekitar 700 pohon pisang jenis raja bulu ini. Sistemnya masih tumpang sari karena kami kerja sama dengan kelompok tani di Dusun Lasem, Desa Ngepungsari," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Margono, di Karanganyar, Kamis.

Ia menjelaskan, pengembangan budi daya pisang raja bulu itu lantaran cukup tinggi permintaan pasar lokal.

Selama ini, katanya, kebutuhan di daerah itu atas pisang yang dikenal juga sebagai salah satu perlengkapan tradisi pernikahan Jawa tersebut harus didatangkan dari luar daerah seperti Kabupaten Boyolali.

Ia mengatakan, jenis pisang itu cocok dikembangkan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga 1.300 meter dari atas permukaan air laut.

Di Karanganyar, katanya, pisang jenis itu bisa dikembangkan di semua wilayah.

"Nanti kami harapkan bukan hanya di Jatipuro saja, petani dari daerah lain juga bisa mengembangkannya. Potensi ekonominya juga cukup tinggi," katanya.

Harga pisang raja bulu, katanya, menembus Rp100 ribu per tandan.

Jika petani secara teliti merawat dan mengembangkannya, katanya, mereka bisa panen setiap empat bulan.

Ia menjelaskan tentang cara perawatan dan pengembangan pisang jenis itu.

Anakan pohon pisang yang mulai tumbuh, saat indukan biasanya berusia tiga bulan, katanya, secara terus menerus dipisah dari indukan itu.

Ia juga mengingatkan petani waspada terhadap hama dan penyakit yang sering menyerang pisang raja bulu.

"Karena sekali kena hama, harus dibongkar dan diulang lagi menanamnya supaya hasilnya bagus," katanya.

Ia menyatakan kesiapan mendampingi petani yang berminat mengembangkan budi daya pisang raja bulu di daerah itu.

(U.J005/B/M029/M029) 05-05-2011 06:45:47