Banjarnegara, 20/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berencana meningkatkan kapasitas produksi gula semut di PT Banjarnegara Nira Abadi (BNA) menjadi 500 kilogram per hari.

"Saat ini sedang dilakukan persiapan pengoperasian mesin yang lebih besar. Kami tengah mencari 'gearbox set', sedangkan ruangan oven sebagai tempat pengeringan sudah jadi," kata Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Banjarnegara, Mulyanto, di Banjarnegara, Senin.

Menurut dia, peningkatan kapasitas produksi ini dilakukan lantara prospek pemasaran gula semut sangat bagus.

Kendati demikian, dia mengakui, pabrik gula yang dikelola Pemkab Banjarnegara bersama pihak ketiga ini belum bisa memenuhi permintaan pasar karena berbagai persoalan, antara lain sulitnya memenuhi target bahan baku nira yang memenuhi syarat.

Ia mengatakan, syarat nira agar bisa dicetak menjadi gula semut, yakni memiliki kadar gula minimal 17 persen, keasaman (pH) minimal 17 persen, dan tanpa pengawet kimia.

"Kita akan upayakan memenuhi target. Jika nira dari Kecamatan Susukan tidak terpenuhi, maka akan mencari ke daerah lain, misalnya dari Kecamatan Mandiraja, Purwonegoro, dan Rakit, termasuk dari Kecamatan Kemangkon di Kabupaten Purbalingga," katanya.

Data yang dihimpun ANTARA, selain mengolah nira, PT BNA juga mendaur ulang gula merah untuk dijadikan gula semut.

Pabrik ini membeli gula merah dari perajin maupun pengepul yang selanjutnya diolah agar kadar airnya berkurang atau menyusut sekitar 30 persen.

Dalam hal ini, dari 10 kilogram gula merah yang didaur ulang mampu menghasilkan tujuh kilogram gula semut. ***5***
(U.KR-SMT/B/A027/A027) 20-06-2011 16:04:50