Semarang, 21/5 (ANTARA) - Kedelai olahan asal Salatiga mampu menembus pasar di Bali dengan total pengiriman satu ton per bulan.

"Pemasaran paling banyak ke Bali, selain pemasaran ke daerah sekitar," kata Yosafat Sugeng, karyawan Rumah Wisata Kedelai Salatiga, ditemui dalam acara Pameran Produk Dalam Negeri Regional dan Pameran Pangan Nusa ke-7 Tahun 2012 di Lapangan Simpanglima Semarang, Senin.

Yosafat mengatakan pemasaran kedelai olahan ke Bali mencapai 50 persen dari total produksi sebanyak dua ton per bulan.

Untuk bahan baku kedelai, seluruhnya berasal dari Purwodadi Kabupaten Grobogan dan setelah dikemas harga kedelai olahan dijual dengan harga Rp10 ribu per 200 gram.

"Kedelai goreng rendah lemak, ada tiga rasa pilihan yakni rasa bawang, rasa keju, dan rasa sayuran. Sementara kedelai goreng tepung, terdapat rasa keju dan rasa manis," katanya.

Tidak hanya ke Bali dan daerah sekitar, lanjut Yosafat, hasil produksi juga masuk ke sejumlah toko modern yang berada di daerah setempat.

Dalam kesempatan sama, karyawan yang lain Soni Kuncoro menambahkan prduksi kedelai tidak hanya berupa kedelai goreng tetapi juga berupa kue satru, bakpia, dan serbuk kedelai.

Rumah Wisata kedelai juga menjadi tempat wisata wirausaha, sehingga pengunjung dapat melihat langsung proses produksi.

"Pengunjung dapat melihat mulai dari pemilihan kedelai, pencucian dan perendaman, sangrai, pengilingan, penggorengan, hingga pengemasan," kata Soni.

Soni menambahkan sebagai tempat wisata wirausaha, sejumlah produksi dari warga sekitar juga ditampung, selain melibatkan tenaga kerja dari daerah setempat.

(U.N008/B/M028/M028) 21-05-2012 16:18:48