Semarang, 28/5 (ANTARA) - Skyscrapercity, sebuah komunitas "online" pemerhati pembangunan kota, berpendapat sudah saatnya Kota Semarang dipromosikan melalui pencitraan tiga dimensi pada Google Earth.

"Sudah saatnya layanan Google Earth dimanfaatkan untuk mempromosikan kota, karena bisa menampilkan secara tiga dimensi," kata Koordinator Skyscrapercity Titus S Adji di Semarang, Jawa Tengah, Senin.

Hal itu diungkapkannya seusai seminar "'Bottom Up' Semarang di Peta 3 Dimensi Dunia" di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, seraya mengungkapkan bahwa selama ini belum banyak yang mengenal potensi Kota Semarang.

Menurut dia, Google Earth merupakan pelayanan gratis dari Google untuk memfasilitasi pencitraan udara via satelit, termasuk pembuatan model tiga dimensi yang dilekatkan pada situs itu dan bisa diakses publik.

"Keunikan Google Earth adalah semua objek ditampilkan secara tiga dimensi, tak hanya melalui gambar dua dimensi. Seperti peta, hanya bentuknya tiga dimensi sehingga lebih detail dalam menggambarkan objek," katanya.

Ia mengakui, selama ini belum semua objek bangunan di Kota Semarang, baik yang bersifat komersial, bersejarah, dan ikon yang dimasukkan ke Google Earth.

Sampai sekarang yang sudah ditampilkan baru sekitar 50 bangunan.

"Paling baru Jakarta yang menampilkan bangunan bersejarah, ikon, dan bisnisnya relatif lengkap, mulai Dunia Fantasi, Universitas Indonesia, Gelora Bung Karno, dan sebagainya. Kota-kot6a besar di negara-negara lain rata-rata memang sudah," katanya.

Untuk Kota Semarang, kata dia, bangunan yang sudah dimasukkan Google Earth, antara lain gedung bersejarah Lawang Sewu, Gereja Blenduk Kota Lama, Kantor Pos Johar, Bank Indonesia, Hotel Ciputra, Gedung Pandanaran Semarang.

Titus membandingkan dengan Tokyo, Jepang, yang telah memasukkan hampir seluruh pencitraan kotanya secara tiga dimensi sehingga masyarakat dunia bisa dengan mudah mengenal kota tersebut dan tertarik untuk mengunjunginya.

Karena itu, kata dia, Skyscrapercity terus berupaya untuk menyadarkan seluruh pihak terkait untuk memanfaatkan layanan Google Eatrh sebagai sarana promosi Kota Semarang, baik secara ekonomi, pariwisata, dan kebudayaan.

"Dengan layanan Google Earth, kita bisa mempromosikan Kota Semarang dengan mudah, tanpa harus membawa bertumpuk-tumpuk pamflet pariwisata. Cukup melihat melalui internet bisa melihat dengan pencitraan tiga dimensi," kata Titus.

Pemerhati Kota Semarang Arwin Purnama Jati mengakui bahwa Kota Semarang sebenarnya memiliki keunggulan dibanding kota lain, misalnya wilayahnya yang terbagi daerah atas dan bawah yang tidak dimiliki kota-kota lain.

"Daerah atas dan bawah yang dimiliki Kota Semarang ini sangat menguntungkan, sebab belum tentu kota-kota lain memiliki lanskap seperti ini," kata pengajar Fakultas Desain Komunikasi Visual Unika Soegijapranata Semarang itu.

***3***
(U.KR-ZLS/B/A013/B/A013) 28-05-2012 15:41:16