Oleh Sumarwoto

Purwokerto, 2/7 (Antara) - Balai Arkeologi Yogyakarta bersama Balai Konservasi Borobudur dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran menggelar Pameran Kepurbakalaan di Auditorium Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, 2-6 Juli 2013.

"Kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang kepurbakalaan Indonesia. Ini kebetulan bersamaan dengan 100 tahun purbakala Indonesia," kata Kepala Arkeologi Yogyakarta, Siswanto di sela-sela pembukaan Pameran Kepurbakalaan, di Purwokerto, Selasa.

Dalam hal ini, kata dia, penyelenggaraan pameran di Unsoed ditujukan untuk mengenalkan kepurbakalaan Indonesia kepada masyarakat akademisi maupun masyarakat umum.

Dengan demikian, lanjut dia, pameran ini diharapkan memberikan pemahaman tentang peninggalan purbakala dan pelestariannya terutama di Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo mengatakan bahwa Jawa Tengah sangat kaya peninggalan purbakala.

"Itu bisa dilihat dari peninggalan zaman prasejarahnya, ada situs manusia purba Sangiran, yang merupakan situs manusia purba paling lengkap di dunia, dari sisa-sisa manusianya, lingkungannya, peralatannya, sampai binatang-binatangnya, semua ada di situ," katanya.

Selain itu, kata dia, Jawa Tengah merupakan pusat peradaban sekitar abad VII sampai menjelang abad X.

Menurut dia, sebagai bukti bahwa Jawa Tengah menjadi pusat peradaban, yakni dengan ditemukan sisa-sisa peninggalan candi yang besar-besar.

"Tentunya sebuah masyarakat yang menghasilkan candi besar-besar seperti itu, peradabannya sangat tinggi, ada Candi Borobudur, Candi Dieng, Candi Gedongsongo, ada Candi Liangan yang baru ditemukan terpendam oleh lahar Gunung Sindoro. Ini perlu diperkenalkan kepada masyarakat, artinya bahwa Jawa Tengah sangat kaya peradaban," kata dia menjelaskan.

Oleh karenanya, kata dia, pameran ini bisa dimanfaatkan untuk membangun karakter dan jati diri generasi muda Jawa Tengah.

"Kejayaan masa lalu jangan dibiarkan begitu saja, tetapi sebagai modal bahwa kita bisa membangun lagi kejayaan di masa depan," katanya.

Sejumlah benda purbakala yang dipamerkan di Auditorium Unsoed Purwokerto, antara lain fosil gading gajah purba Steyodon, fosil kepala banteng purba, bola batu, dan tengkorak kepala manuasia purba seperti Homo sapiens, Homo erectus, serta Australopitechus.

(U.KR-SMT/B/H. Wahyudono/H. Wahyudono) 02-07-2013 14:18:59