Pati, 2/12 (ANTARA) - Semua pemandu karaoke (PK) di sejumlah tempat hiburan karaoke di Kabupaten Pati, Jawa Tengah dilarang minum minman keras, menyusul kematian seorang PK beberapa waktu lalu yang diduga terlalu banyak minum minuman keras.

Hal itu dikatakan Bupati Pati Tasiman di depan puluhan PK dari 24 tempat hiburan karaoke di Pati yang mengikuti pembinaan di Pati, Selasa.

"Bagi PK yang nekad melanggar, saya minta pengelola tempat hiburan langsung mengeluarkannya," katanya.

Menurut dia, PK dapat menolak dan menjelaskan kepada para tamu bahwa minum minuman keras dapat berdampak pada nasibnya yakni dikeluarkan dari tempat PK bekerja.

Selain itu, izin tempat hiburan malam itu juga terancam dicabut.
Oleh karena itu, bupati mengimbau semua PK jangan mau diajak minum minuman keras oleh para tamu.

"Selama ini citra PK di mata masyarakat memang negatif, sehingga kalian sendiri yang perlu bersikap dan berpakaian lebih baik lagi agar masyarakat tidak memandang negatif," katanya.

Semua PK diharapkan tidak mengenakan pakain mini yang dapat memancing nafsu kaum pria.

Bupati juga mengingatkan pemilik tempat hiburan malam untuk menaati peraturan jam operasional. "Jika melebihi batas waktu yang ditentukan, tentu akan ditindak tegas," katanya.

Kata dia, terjadinya kasus kematian seorang PK di tempat hiburan merupakan kesalahan pengelola tempat hiburan yang hanya memikirkan keuntungan tanpa mempedulikan nasib pekerjanya.

"Seharusnya pemilik tempat hiburan memperhatikan aktivitas pekerjanya selama melayani para tamu, dan tamu jangan diperbolehkan membawa PK dari luar," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan memperketat pengawasan, bahkan akan berpatroli bersama sejumlah aparat terkait setiap minggu sekali guna memantau sejumlah tempat hiburan malam di Pati.***7***
(U.PK-AN/C/M008/M008) 02-12-2008 17:25:13