Semarang, 11/1 (ANTARA) - Para pelanggan PLN di Kota Semarang dan sekitarnya akhir-akhir ini mengeluh dengan adanya tambahan biaya administrasi bank sebesar Rp1.600 saat membayar tagihan listrik.

Beberapa warga di wilayah Sampangan, Sekaran, Gunungpati, Banyumanik dan Bendan Duwur, Kota Semarang, Minggu, menyatakan keberatan dengan adanya tambahan biaya administrasi bank tersebut karena dinilai membebani warga.

"Tambahan biaya administrasi bank mulai dikenakan pada warga sejak pembayaran taghan listrik pada Desember 2008 lalu," kata Ny Anik, warga Sekaran, Gunungpati.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Budi, warga Bendan Duwur dan Akhmadi, warga Sampangan yang mengatakan biaya tambahan itu kelihatannya kecil, tetapi coba dikalikan berapa pelanggan di Kota Semarang yang jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan pelanggan.

"Selama ini pelanggan selalu jadi objek "kekalahan". Kalau kalau bayar tagihan listrik terlambat pasti kena denda, tetapi jika listrik sering padam pelanggan tidak mendapat kompensasi, dan kini malah ada tambahan biaya administrasi bank," katanya.

Ia menambahkan, selama ini masyarakat pelanggan PLN juga dikenai biaya penerangan lampu jalan.

Sementara itu, General Manager PLN Distribusi Jawa Tengah (Jateng)-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ari Agus Salim menyatakan bahwa pihaknya secara bertahap akan mengalihkan biaya tagihan rekening listrik ke sejuumlah bank, di antaranya Bank Bukopin, BCA, BNI dan Mandiri.

"Mengenai tambahan biaya administrasi bank, ini juga berlaku di PLN wilayah lainnya seperti di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, katanya. ***2***

(U.S011/B/E005/E005) 11-01-2009 13:20:50