Purwokerto, 6/4 (ANTARA) - Empat pusaka kebesaran Kabupaten Banyumas, Senin siang, dikirabkan di kota Purwokerto untuk menyambut hari jadi ke-427 tahun Kabupaten Banyumas, Jateng yang jatuh pada tanggal 6 April.

Keempat pusaka tersebut masing-masing berupa Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Keris Gajah Endra, dan Pustaka Mulia Stambul (Quran berukuran kecil).

Namun kirab budaya kali ini tampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran Bupati Banyumas Mardjoko tampak menaiki kereta kencana yang disewa dari Keraton Yogyakarta diiringi belasan delman yang dinaiki para pejabat meski beberapa di antaranya tampak kosong.

Dalam kirab-kirab sebelumnya Bupati Banyumas, anggota DPRD Banyumas, dan para pejabat dinas dan instansi terkait lainnya yang mengenakan busana Jawa mengiringi kirab tersebut dengan berjalan kaki.

Bahkan dalam kirab sebelumnya masyarakat dapat berjabat tangan dengan Bupati Banyumas, tetapi kali ini pimpinan daerah mereka hanya melambaikan tangannya.

"Kirab kali ini memang lebih mewah karena ada kereta kencana, tetapi kami kecewa karena tidak bisa berjabat tangan dengan bupati," kata seorang warga, Warsih.

Dia menganggap Bupati Mardjoko membatasi diri dengan masyarakat sehingga enggan berjalan kaki seperti bupati-bupati sebelumnya.

"Baru setahun menjabat, gayanya seperti itu, pakai kereta kencana segala," katanya.

Meski ada perbedaan, tata urutan kirab tersebut tetap sama dengan kegiatan sejenis pada tahun-tahun sebelumnya.

Kirab yang bernuansa budaya Jawa tersebut, dimulai dari Pendopo Wakil Bupati (eks Kantor Kota Administratif Purwokerto) dan diawali dengan upacara berbahasa Jawa yang diisi dengan penyerahan pusaka kepada petugas kirab oleh Bupati Banyumas Mardjoko.

Selanjutnya kirab diberangkatkan menuju Pendopo Si Panji Purwokerto dengan rute sejauh 2 kilometer.

Di bagian depan kirab tersebut tampak barisan Bawor (Bagong) yang merupakan maskot Banyumas dengan menenteng pusaka berbentuk "kudi" (golok) berukuran besar yang diikuti peserta kirab lainnya yang dipimpin oleh seorang "Suba Manggala".

Dalam kirab tersebut juga tampak pasukan pembawa pusaka, pasukan pembawa umbul-umbul, pasukan tombak, dan pasukan Bhineka Tunggal Ika pembawa tulisan nama dan foto mantan bupati.

Selanjutnya rombongan Bupati Banyumas yang diikuti para pejabat dinas dan instansi terkait lainnya serta berbagai kelompok kesenian.

Sesampainya di Pendopo Si Panji Purwokerto, keempat pusaka yang dikirabkan tersebut diserahkan kembali kepada Bupati Banyumas untuk disemayamkan pada tempatnya.

***5***
(B/Z003)
(U.PK-SMT/B/Z003/Z003) 06-04-2009 15:24:42