Semarang, 28/5 (ANTARA) - Seluruh desa di Jawa Tengah (Jateng) ditargetkan akan memiliki perpustakaan desa pada tahun 2012.

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Urip Sihabudin di Semarang, Kamis mengatakan, beberapa desa sebenarnya ada yang sudah memiliki fasilitas perpustakaan.

"Namun, jumlahnya tidak banyak, sebab masih banyak desa yang ternyata belum memilikinya," katanya usai seminar "Teknologi Informasi di Perpustakaan, Antara Trend dan Kebutuhan" di kampus Unika Soegijapranata Semarang.

Ia menyebutkan, dari keseluruhan desa di Jateng yang berjumlah 8.575 desa, yang telah dilengkapi dengan perpustakaan desa baru sebanyak 1.786 desa. Sehingga, kata dia, jumlah desa yang sampai saat ini belum dilengkapi dengan perpustakaan desa masih sebanyak 6.789 desa.

Menurut dia, keberadaan perpustakaan desa, yang sering juga disebut dengan Taman Bacaan Masyarakat, Rumah Pintar, dan sebagainya sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di pedesaan.

"Mereka (masyarakat desa, red.) biasanya terlalu sibuk dengan pekerjaan di desanya, sehingga tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan yang lebih banyak berada di kota besar," katanya.

Ia mengingatkan, kekurangan tersebut harus segera diantisipasi sebelum terlambat dengan cara membangun fasilitas perpustakaan di desanya, sehingga mereka dapat dengan mudah mengakses informasi dan pengetahuan.

"Kami menargetkan dalam waktu sekitar tiga sampai empat tahun ke depan, yaitu sekitar tahun 2012, seluruh desa di Jateng akan memiliki perpustakaan desa," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan dan Pemasyarakatan Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Agus Riyanto menambahkan, pihaknya saat ini memang sedang menggiatkan pembangunan perpustakaan desa.

"Perpustakaan desa nantinya dapat digunakan untuk merangkum dan mengangkat semua potensi yang ada di desa tersebut, agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga desa tersebut dengan sendirinya akan mengalami kemajuan," katanya.

Ia mengatakan, pengelolaan perpustakaan desa akan melibatkan pihak karang taruna desa atau ibu-ibu PKK desa setempat, namun sebenarnya pihaknya mengharap kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan maupun pengelolaan perpustakaan desa.

Nantinya, lanjut Agus, pembangunan perpustakaan desa akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana, termasuk buku-buku yang disesuaikan dengan potensi yang ada di desa tersebut.

"Desa yang mayoritas penduduknya adalah petani, akan dilengkapi dengan buku-buku yang berhubungan dengan pertanian, desa nelayan akan dilengkapi dengan buku-buku perikanan, demikian juga dengan desa yang memiliki potensi lain," katanya.

***3***
B/Z003
(U.PK-ZLS/B/Z003/Z003) 28-05-2009 15:28:04