Warga dan Abdi Dalem Keraton Surakarta mengikuti Kirab Malem Selikuran dari Keraton menuju Joglo Sriwedari, di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jateng. Tradisi yang sejak zaman Kesultanan Demak dan diteruskan hingga zaman Kerajaan Mataram Surakarta itu dilaksanakan untuk memperingati malam Lailatul Qadr pada setiap bulan Ramadhan. FOTO ANTARA/Andika Betha/tom/10.
Tiga anak memperlihatkan lampu teng-teng (mainan berbentuk lampu hias yang terbuat dari bambu, kertas minyak, kawat, dan lilin), di Kelurahan Jatingaleh, Semarang, Jateng. Lampu teng-teng yang hanya ada pada saat bulan Ramadhan itu dulunya digunakan sebagai penerangan yang dibawa anak-anak saat menuju masjid untuk menjalankan ibadah shalat tarawih. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/tom/10.
Sumini menjemur kopi varietas arabica basah pasca panen di Desa Japan, Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada awal panen kopi yang dimulai bulan ini, harga kopi kering masih di kisaran Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram. Petani memprediksi harga masih bisa naik pada akhir masa panen nanti. FOTO ANTARA/Wihdan Hidayat/tom/10.
Pengrajin menyelesaikan proses pembuatan kipas di Desa Kebonharjo, Polanharjo, Klaten. Kipas yang digunakan untuk souvenir pernikahan tersebut menggunakan bahan kain dan dijual dengan harga Rp2.500 per buah. FOTO ANTARA/Hasan Sakri Ghozali/tom/10.
Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan gerabah di Desa Melikan, Wedi, Klaten, Jateng. Berbagai bentuk gerabah yang telah jadi itu kemudian dipasarkan ke sejumlah kota seperti Jakarta, Solo, dan Yogyakarta dengan harga antara Rp5.000 hingga Rp80.000 per buah tergantung jenis dan ukuranya. FOTO ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/tom/10.
Asrori (48), memperlihatkan sadel sepeda antik milik para pelanggannya yang telah direparasi, di rumahnya di Desa Petanahan, Petanahan, Kebumen, Jateng. Selain melakukan reparasi, Asrori juga menerima pemesanan pembuatan replika sadel sepeda antik dengan harga Rp35.000 hingga Rp75.000 tergantung jenis dan ukuran. FOTO ANTARA/Idhad Zakaria/tom/10.
Dulhamid (60) warga Kertek, Wonosobo menata cething (bakul) bambu dagangannya, di Muntung, Candiroto, Temanggung, Jateng. Menurut Dulhamid meski banyak bakul plastik maupun logam yang dijual di pasaran namun cething bambu masih banyak diminati oleh masyarakat karena nasi yang ditempatkan dalam Cething bambu rasanya lebih alami. Cething bambu dijual Rp2.000-Rp3.500 per buah tergantung ukuran. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/tom/10.
Seorang pekerja menata tempe bumbung (tempe yang dicetak menggunakan bambu) untuk proses fermentasi di sebuah industri tempe Desa Wali Telon, Temanggung, Jateng. Tempe bumbung banyak digemari masyarakat karena rasanya yang lebih khas daripada tempe yang dicetak menggunakan plastik. Tempe bumbung dijual Rp8 ribu per buah. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/tom/10.
Seorang pekerja menyelesaikan proses pembuatan genteng di sentra industri genteng Karanggeneng, Boyolali. Memasuki awal musim kemarau pengrajin dapat meningkatkan produksinya hingga 200 persen di bandingkan musim penghujan yang disebabkan lebih cepatnya proses pengeringan genteng. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom/10.
Warga menyaksikan iring-iringan para peserta Kirab Dugderan yang membawa maskot kirab berupa patung hewan imajiner warak ngendok, di Semarang, Jateng. Kirab Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar sehari sebelum bulan suci Ramadhan. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/tom/10.