Seorang warga menata sayur sawi yang baru dipanen di persawahan Desa Jetis, Parakan, Temanggung, Jateng. Petani sayuran mengaku sangat senang karena harga sayur mulai merangkak naik sejak sepuluh hari terakhir. Sawi yang sebelumnya laku Rp500 per kilogram di tingkat petani saat ini laku hingga Rp1.500 per kilogram. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/tom/10
Hernawan (43), menata kerajinan bambu dagangannya di pinggir alun-alun kota Temanggung, Jateng. Berbagai jenis barang kerajinan berbahan bambu seperi kapal, rumah adat, mobil dan tempat handphone karyanya dijual Rp3.000-Rp50.000 per buah tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Kerajinan karya Hernawan juga telah terjual hingga ke mancanegara seperti Malaysia, Jepang, Perancis dan Australia. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/tom/10
Raja Keraton Surakarta, SISKS Paku Buwono XIII (kanan), memberikan nasi yang dianggap membawa berkah kepada satu dari ratusan abdi dalem berbagai daerah di Keraton Surakarta, Solo, Senin (1/3). Nasi yang dimasak dan dibagikan oleh PB XIII itu sendiri hanya dimasak setiap delapan tahun sekali dan dianggap membawa berkah untuk kesehatan maupun rejeki. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom/10
Sejumlah penari mementaskan tarian Bedaya Sekartaji karya almarhum Paku Buwono X, di Keraton Surakarta, Solo, Senin (1/3). Tarian sakral yang sangat jarang dipentaskan tersebut disajikan dalam rangka rangkaian Adang Tahun Dal yang merupakan ritual yang dilaksanakan hanya setiap delapan tahun sekali. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom/10
Sejumlah pemuda mengarak makanan yang dihiasi dengan "ampyang" atau krupuk, saat berlangsung Kirab Ampyang Maulid, di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Kirab digelar untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin/tom/10
Sejumlah warga berdoa bersama di depan tumpeng nasi gurih dan tumpeng nasi megono yang diletakkan di atas hamparan daun pisang, saat dilaksanakan ritual Nyadran Maulud di Randusari, Candiroto, Temanggung, Jateng. Warga setempat melakukan prosesi Nyadran Maulud dengan membersihkan makam desa dan dilanjutkan dengan doa dan makan bersama di tengah jalan sebagai wujud kerukunan warga dusun sekaligus sebagai sarana mengirim doa kepada arwah leluhur dan permohonan kepada Tuhan agar diberi keselamatan. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/tom/10
Seratusan anak yang akan mengikuti sunat massal naik becak bersama dalam Pawai Maulid di Solo. Pawai tersebut dilakukan guna memeriahkan datangnya Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1431 H. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom/10.
Sejumlah peserta mengarak replika onta raksasa mengikuti Pawai Rolasan untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Tegal, Jateng. Pawai yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan dan berbagai macam pertunjukan itu bertujuan untuk mengingatkan kembali perjuangan Nabi dimasa lalu. FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah/tom/10.
Sejumlah peserta Solo Batik Carnival menunjukkan aksinya saat ikut dalam Chingay Parade, Singapura. Solo Batik Carnival merupakan wakil dari Indonesia dalam festival internasional yang diikuti puluhan kontingen budaya dari seluruh dunia tersebut. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom/10
Sejumlah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta menabuh gamelan Kyai Guntur Sari di halaman Masjid Agung Surakarta, Jateng. Dalam rangkaian acara Sekaten, dua gamelan milik Keraton Kasunanan Surakarta yaitu Kyai Guntur Sari dan Kyai Guntur Madu akan dimainkan selama seminggu. Foto ANTARA/Hasan Sakri Ghozali/tom/10